Jenis-jenis Gambar Konstruksi


5 JENIS GAMBAR KONSTRUKSI YANG PERLU ANDA KETAHUI


jenis gambar konstruksi

Sebelum memulai tahapan konstruksi dalam proyek pembangunan, dibutuhkan berbagai jenis gambar sebagai media komunikasi antar pihak yang terlibat dalam proyek tersebut. Setiap jenis gambar memiliki fungsi yang berbeda-beda bergantung pada tahapan proyek, namun sama-sama bertujuan untuk menjelaskan/mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan tampak visual dari bangunan sejelas mungkin, sehingga setiap pihak yang berkaitan memiliki pemahaman yang sama akan bangunan tersebut:
  • Gambar Perencanaan/Preliminary Drawing
  • Gambar Tender
  • Gambar Konstruksi
  • Gambar Kerja/Shop Drawing
  • Gambar Jadi/As Built Drawing

Gambar Perencanaan/Preliminary Drawing

Gambar Perencanaan/Preliminary Drawing biasa digunakan oleh arsitek sebagai media komunikasi antara arsitek dan client/owner. Gagasan-gagasan ide yang dikemukakan oleh client/owner diterjemahkan kedalam gambar ini. Gambar perencanaan biasanya hanya berupa konsep dasar dari bangunan yang disajikan dengan gambar Denah, Tampak, dan Potongan (atau sering disingkat DTP) dan tidak jarang dilengkapi juga dengan gambar 3D sehingga client/owner bisa dengan mudah membayangkan bentuk bangunan tersebut.

Gambar Tender

Gambar Tender merupakan pengembangan lebih lanjut dari Gambar Perencanaan. Gambar Tender dibuat sebagai pelengkap dari dokumen tender dalam rangka mengadakan lelang untuk kontraktor. Tahapan lelang/tender biasanya diadakan guna menseleksi kontraktor yang akan mengerjakan proyek yang dilelang. Gambar tender harus cukup jelas untuk kontraktor dapat memahami dan menganalisa volume dan harga bangunan yang akan dibangun, sehingga kontraktor dapat memberikan proposal berisi budget dan jadwal konstruksi kepada pihak perencana/owner sebagai bahan pertimbangan lelang. Tahapan ini biasa dilakukan oleh instansi resmi pemerintah atau developer swasta, akan tetapi tidak semua proyek melalui tahapan ini. Kontraktor juga bisa dipilih melalui penunjukkan langsung oleh owner sehingga gambar tender tidak diperlukan.

Gambar Konstruksi

Gambar Konstruksi merupakan penyempurnaan dari Gambar Tender. Pada dokumen tender tidak menutup kemungkinan adanya perbedaan atau ketidakjelasan pada uraian pekerjaan, spesifikasi teknis, maupun detail gambar. Ukuran, jumlah, posisi, dan hubungan antar komponen bangunan dijelaskan pada gambar konstruksi yang biasanya dibuat oleh arsitek dan engineer terkait. Perubahan dan penyesuaian desain bangunan akan banyak terjadi pada gambar konstruksi, sehingga pembuatan gambar konstruksi akan memakan banyak waktu, uang, dan tenaga terutama untuk pihak perencana.

Gambar Kerja/ Shop Drawing

Gambar Kerja dibuat oleh kontraktor, sub-kontraktor, atau supplier setelah gambar konstruksi sudah disepakati oleh semua pihak. Gambar Kerja dibuat sangat detail sehingga memuat informasi ukuran, jenis, bentuk, material dan jumlah komponen yang akan digunakan. Cara pasang dan instalasi yang biasanya disediakan oleh sub-kontraktor/supplier produk terkait juga diinformasikan didalam gambar ini sehingga menjadi satu kesatuan dengan komponen bangunan lain. Gambar ini akan menjadi panduan bagi mandor/tukang dilapangan dalam memesan material yang dibutuhkan, membangun dan mempermudah mereka untuk melakukan Quality Check (QC) terhadap pekerjaan mereka.

Gambar Jadi/ As Built Drawing

Gambar Jadi atau biasa lebih dikenal dengan nama As Built Drawing dibuat oleh kontraktor setelah masa konstruksi selesai. Gambar ini memuat informasi lengkap dan detail dari bangunan yang sudah jadi dan harus sesuai dengan kondisi asli di lapangan saat itu. Pada masa konstruksi tidak menutup kemungkinan jika ada perubahan-perubahan yang dilakukan di lapangan yang mengakibatkan tidak sesuainya bangunan dengan gambar konstruksi/gambar kerja. Perubahan-perubahan tersebut dapat didokumentasikan melalui As Built Drawing. Dokumentasi ini sangat penting dibuat karena akan menjadi acuan bagi owner bangunan untuk perawatan bangunan kedepannya.

Komentar

Posting Komentar